Media Pembelajaran



"MEDIA PEMBELAJARAN  PENDIDIKAN SEJARAH"

 


Sebagai calon guru maupun yang sudah menjadi guru, wajib hukumnya untuk mengetahui tentang media pembelajaran. Apalagi keberhasilan peserta didik dalam menerima materi salah satunya bergantung dari cara guru menyampaikan materi yang akan disampaikannya.
Seorang guru selain harus ahli dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik, seorang guru harus mampu membuat media pembelajaran yang efektif.
So, tunggu apalagi... 
Simak penjelasan mengenai media pembelajaran di bawah ini. Semoga Bermanfaat.

1.     Pengertian media pembelajaran menurut para ahli :
a. Menurut Briggs (1970), media pembelajaran diartikan sebagai alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta dapat merangsang siswa.
b. Association for Education Communication Technology/ AET (1971), media pembelajaran berarti segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi.
c. Hamidjojo (1981), media pembelajaran diartikan sebagai segala bentuk perantara yang dipakai orang untuk menyebarkan ide sehingga gagasan tersebut sampai pada si penerima.
    Dari pendapat para ahli di atas, dapat saya simpulkan mengenai pengertian media pembelajaran, yakni media pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu alat baik dalam bentuk fisik maupun non fisik (file) yang digunakan sebagai sarana penyampai pesan atau informasi kepada peserta didik atau audience.

2. Fungsi Media Pembelajaran :
a.  Untuk memperjelas penyajian pesan dari konsep yang abstrak menuju konsep yang konkrit.
b. Untuk mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, yang dikarenakan :
1. Objek terlalu besar
2. Objek yang terlalu kecil
3. Kejadian masa lalu
4. Objek yang terlalu kompleks
5. Konsep yang terlalu luas
c.  Untuk mengatasi sikap pasif siswa :
1.  Menimbulkan gairah belajar
2. Menimbulkan interaksi secara langsung antara siswa dengan lingkungan belajar
3.  Siswa dapat belajar mandiri
d.  Mengatasi perbedaan perspektif antara siswa dengan guru

3. Prinsip dasar pembuatan media pembelajaran :
a. Setiap media pasti memiliki kelebihan dan kekurangan
b. Pilihlah media yang memang sangat diperlukan
c. Penggunaan media harus dapat memperlakukan siswa secara aktif
d. Sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan desain pembelajaran
e. Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar pengisi waktu kosong
f. Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaan media pembelajaran.

4. Pertimbangan pembuatan media pembelajaran :
a. Pilihlah jenis materi yang diperlukan (apakah video, animasi, teks, dll) 
b. Keterkaitan isi materi dengan tujuan dan aktivitas       pembelajaran.
c. Materi tidak boleh ketinggalan jaman.
d. Materi harus cukup lengkap, jelas dan mudah dipahami oleh siswa.
e. Hal yang berkaitan dengan hak cipta (peniruan karya).

5. Syarat pembuatan media yang efektif :
a.     Visible (mudah dilihat)
b.     Interesting (menarik)
c.     Simple (sederhana)
d.     Useful (bermanfaat)
e.     Accurate (benar)
f.      Legitemate (sah, masuk akal)
g.     Structure (terstruktur)

6. Ragam media pembelajaran :
a. Konvensional atau tradisional, media pembelajaran yang dibuat dengan cara manual dengan kata lain dibuat dengan cara sederhana, misal seperti menggambar secara langsung di kertas manila. (Kristanti,2016)

b. Canggih atau modern, media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan atau memanfaatkan aplikasi di komputer, misalnya membuat media pembelajaran melalui program power point, prezi, dll. (Kristanti,2016)

Sumber : Rully Putri Nirmala Puji, 2016.




Contoh Media Pembelajaran Konvensional atau Tradisional 
oleh Irma Kristanti


1.     Chart
Chart merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang bisa dibuat secara manual. Di dalam chart terdapat gabungan dari beberapa shape yang dikombinasikan satu sama lain. Sehingga menghasilkan suatu rangkaian yang padu pada media pembelajaran.(Kristanti,2016)
 Berikut terdapat karakteristik chart yang efektif (Rully,2016) : 
a. Chart dapat mendefinisikan tujuan yang akan dicapai materi.
b. Chart mengurangi verbalism (kata-kata) dan juga visual yang ada.
c. Chart yang simple lebih baik daripada chart yang kompleks.  
d. Chart dapat mengkomunikasikan atau menyampaikan informasi. 
e. Kata-kata dalam chart harus sesuai dengan visual yang disampaikan.


Berikut contoh media pembelajaran chart :


Gambar 1.1 Chart Struktur Birokrasi Kerajaan Majapahit



Gambar di atas merupakan salah satu contoh media pembelajaran yang berbentuk chart. Media pembelajaran di atas menunjukkan mengenai struktur birokrasi pada masa kerajaan Majapahit. Kepala negara Majapahit adalah raja, umumnya raja diberi gelar Sri Maharaja. Dalam melaksanakan tugasnya, raja dibantu oleh pejabat-pejabat kerajaan yang terdiri dari beberapa bidang. Perihal mengambil keputusan penting, raja dibantu oleh kerabat kerajaan yang tak lain adalah orang-orang terdekat raja. Kerabat raja biasa disebut Dewan Pertimbangan Agung pemerintah Majapahit, yang terdiri dari sembilan orang. Para Dewan ini bersidang setiap kali Ingkang Sinuwun Prabu akan mengambil keputusan penting dan membutuhkan hasil suara yang bulat atau kesepakatan bersama.
Apabila seorang raja memerintahkan bawahannya maka ada alur yang harus dilalui sehingga sebuah perintah raja dapat dijalankan. Perintah raja ditampung oleh tiga mahamentri yang disebut dengan Mahamantri Katrini yang terdiri dari tiga orang yaitu mahamantri Agung Hino, mahamantri Agung Halu, dan mahamantri Agung Sirikan. Kemudian perintah itu disalurkan kepada para pankirankiran makabehan termasuk sang panca Wilwatikta. Akan tetapi ketiga mahamantri ini tidak memiliki wewenang dalam urusan negara secara langsung, karena urusan pemerintahan negara ada ditangan sang panca Wilwatikta yang dikepalai oleh patih seluruh negara, sang panca Wilwatikta terdiri dari patih, kanuruhan, rangga dan tumenggung.

Ulasan Mengenai Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran Chart Pada Gambar 1.1 :
       Dari media pembelajaran di atas dapat kita ketahui bahwa masih terdapat kekurangan baik dalam pemilihan warna, bentuk huruf atau tulisan, ukuran tulisan maupun ketepatan pemilihan judul dengan kompetensi dasar yang ditentukan. Diantaranya : 

1.   Pemilihan judul dengan kesesuaiannya  dengan  kompetensi dasarnya sudah cukup sesuai, karena di   dalam KD salah satunya tertera karakteristik pemerintahan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia, dan salah satu kerajaan tersebut adalah kerajaan Majapahit. Pada media pembelajaran di atas sudah menunjukkan bahwa pada masa kerajaan Majapahit mempunyai struktur birokrasi yang jelas dan terstruktur. 
2.   Pemilihan gaya, bentuk atau jenis tulisan masih memerlukan perbaikan, karena salah satu ciri dari  media pembelajaran yang efektif adalah tulisan yang dapat terlihat meskipun dari audience yang duduk di bangku paling belakang. Sedangkan pada media pembelajaran di atas jenis atau bentuk tulisannya masih menggunakan tulisan yang berlubang di tengahnya, dan itu menandakan bahwa tulisan pada shape-shape media pembelajaran tersebut kurang efektif. Hal tersebut dapat diatasi dengan memblok semua tulisan, sehingga tidak ada tulisan yang berlubang tengahnya. Hasilnya media pembelajaran menjadi lebih efektif. 
3.   Pemilihan ukuran huruf atau tulisan pada media pembelajaran di atas masih perlu diadakan penyetaraan, dalam hal ini maksudnya ukuran antara tulisan yang satu dengan lainnya masih belum sama, yang satu berukuran lebih kecil dan yang lain berukuran lebih besar. Sehingga media tersebut kurang melihatkan segi keindahannya.


2.     Grafik
Grafik adalah sebuah gambar yang terdiri dari sumbu x (mendatar) dan sumbu y (vertikal) dimana kedua sumbu tersebut menggambarkan sebuah variabel yang saling berhubungan membentuk pola tertentu. 
Berikut karakteristik grafik :
a.   Berisi numerikal data (angka).
b.   Lebih mudah dipahami dibandingkan dengan tabel.
c.  Dapat menganalisis atau mengetahui kompleksitas dari data.
d. Dapat mengerti kemampuan peserta didik atau audience.
e.   Menyesuaikan warna masing-masing variabel.

Berikut contoh media pembelajaran grafik :



Gambar 1.2 Grafik Pemerintahan Raja-raja Masa Kerajaan Majapahit
       
     Gambar di atas merupakan salah satu contoh media pembelajaran yang berbentuk grafik. Media pembelajaran di atas menunjukkan mengenai perbandingan lamanya pemerintahan masing-masing raja pada masa kerajaan Majapahit. Pada media pembelajaran tersebut dapat diketahui bahwa masa pemerintahan yang paling lama adalah masa pemerintahan Hayam Wuruk yakni selama 39 tahun. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk juga kerajaan Majapahit mengalami masa-masa paling berjaya dibandingkan pada masa raja-raja yang lainnya. Selain dapat mengetahui perbandingan masa pemerintahan, juga dapat diketahui urutan raja-raja yang memerintah, mulai dari pemerintahan Raja Kertawijaya (Raden Wijaya) sampai raja yang terakhir yakni Raja Ranawijaya.

Ulasan Mengenai Kelebihan dan Kekurangan dari Grafik pada Gambar 1.2 :
         Dari media pembelajaran di atas dapat kita ketahui bahwa masih terdapat kekurangan baik dalam pemilihan warna, bentuk huruf atau tulisan, ukuran tulisan maupun ketepatan pemilihan judul dengan kompetensi dasar yang ditentukan. Diantaranya : 

1.  Pemilihan ukuran dan jenis tulisan masih memerlukan   perbaikan. Ukuran tulisan dari media tersebut terlalu keci, sehingga sulit untuk dibaca oleh audience. Selain itu gaya tulisan alangkah lebih baik menggunakan huruf balok atau huruf tegak agar mudah dibaca bahkan oleh audience yang duduk di bangku paling belakang. 
2.  Pemilihan warna disetiap batangnya, alangkah lebih baik jika warna masing-masing batangnya diblok atau diwarna penuh dengan warna yang lebih gelap dari warna dasar kertasnya. Sehingga maksud dari masing-masing pesan grafik tersebut dapat dimengerti.
3.  Penentuan angka skala pada grafik sudah benar yakni menggunakan skala kelipatan 5 cm. Tetapi apabila data mempunyai ukuran yang tidak tertera dalam skala, maka cukup diberi keterangan batas (tanda) digaris skala yang diinginkan, tanpa menuliskan besaran angkanya, sehingga tidak mengganggu ketika membaca grafik tersebut.
  
3.     Peta Konsep

Peta konsep adalah suatu alat yang digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Pro-posisi-proposisi merupakan dua atau lebih konsep-konsep yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit semantik” (Dahar, 1989:122). Dalam peta konsep, ada beberapa konsep yang lebih inklusif daripada konsep-konsep yang lain. Konsep yang paling inklusif (konsep fokus atau konsep utama) terletak di puncak dan memberikan identitas peta konsep yang bersangkutan. Makin ke bawah konsep-konsep menjadi lebih khusus.
Dalam pendidikan, peta konsep dapat diterapkan untuk berbagai tujuan. Menurut Dahar (1989:129) menyatakan bahwa berdasarkan tujuannya, fungsi peta konsep ada empat :
1. Menyelidiki apa yang telah diketahui siswa.
2. Mempelajari Cara Belajar
3. Mengungkapkan konsepsi salah
4. Sebagai Alat Evaluasi

Berikut Kelebihan dan Kelemahan Peta Konsep :
   a)      Keunggulan Peta Konsep
Novak dan Gowin (dalam Haris, 2005:18) mengemukakan kelebihan peta konsep bagi guru dan siswa.
Kelebihan peta konsep bagi guru adalah sebagai berikut:
  1. Pemetaan konsep dapat menolong guru mengorganisir seperangkat pengalaman belajar secara keseluruhan yang akan disajikan.
  2.  Pemetaan konsep merupakan cara terbaik menghadirkan materi pelajaran.
 3. Pemetaan konsep menolong guru memilih aturan pengajaran berdasarkan kerangka kerja yang hierarki.
  4.  Peta konsep membantu guru meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengajaran.

 Sedangkan kelebihan peta konsep bagi siswa adalah sebagai berikut :
a.   Pemetaan konsep merupakan cara belajar
yang   mengembangkan proses belajar yang bermakna, yang  akan dapat meningkatkan pemahaman siswa dan daya ingat belajarnya.
b.   Dapat meningkatkan keaktifan dan kreatifitas berfikir
siswa, yang pada gilirannya akan menimbulkan sikap kemandirian belajar yang lebih pada siswa.
c.   Mengembangkan struktur kognitif yang terintegrasi
dengan baik, yang akan memudahkan belajar.
d.   Dapat membantu siswa melihat makna materi
pelajaran secara lebih komprehensif dalam setiap komponen konsep- konsep dan mengenali miskonsepsi.


   b)      Kelemahan Peta Konsep
Beberapa kelemahan atau hambatan yang mungkin dialami mahasiswa da-lam menyusun peta konsep antara lain: (1) Perlunya waktu yang cukup lama un-tuk menyusun peta konsep, sedangkan waktu yang tersedia terbatas, (2) Sulit me-nentukan konsep-konsep yang terdapat pada materi yang dipelajari, (3) Sulit me-nentukan kata-kata untuk menghubungkan konsep yang satu dengan konsp yang lain (Haris, 2005:20).
Jadi hambatan yang kemungkinan dialami mahasiswa akan dapat diatasi dengan melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) Mahasiswa diminta untuk membu-at peta konsep di rumah dan pada pertemuan selanjutnya dibahas di kelas, (2) Ma-hasiswa diharapkan dapat membaca kembali materi dan memahaminya, agar da-pat mengenali konsep-konsep yang ada dalam bacaan sehingga dapat mengaitkan konsep-konsep tersebut dalam peta konsep (Haris, 2005:21). 

Sumber: 
http://areknerut.wordpress.com

Sanjaya, Sailendra Srihadi. 2008. Peningkatan Prestasi
Belajar Kapita Selekta Fisika Sekolah dengan Menggunakan Peta Konsep dan Pemecahan Masalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang Semester Gasal Tahun Akademik 2007/2008. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.


Berikut contoh media pembelajaran peta konsep :


Gambar 1.3 Peta Konsep Kerajaan Kadiri
          
           Gambar di atas juga merupakan salah satu bentuk media pembelajaran. Media diatas menunjukkan bahwa dalam kerajaan Majapahit dapat diambil beberapa pokok bahasan, diantaranya mengenai sejarah awal, runtuhnya kerajaan Kadiri, temuan arkeologi  dan juga keadaan masyarakat pada masa kerajaan Kadiri.
Ulasan Mengenai Kelebihan dan Kekurangan Peta Konsep pada Gambar 1.3:

a.   Segi pemilihan warna backgroud tulisan. Pemilihan
warna background tulisan sudah cukup sesuai  dengan kriteria media yang efektif, hal  tersebut dapat diketahui melalui adanya pembedaan warna dalam setiap tingkatan pokok bahasannya. 
b.   Pemilihan warna tulisan masih perlu adanya perbaikan yakni dengan memilih warna yang lebih tajam, misalnya tulisan diblock dengan full warna hitam.

  4.     Mind Mapping
   Mind maping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalahan tertentu dari cabang-cabang sel saraf membentuk korelasi konsep menuju pada suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan animasi yang disukai dan gampang dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan merupakan gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak. Berikut beberapa manfaat menggunakan Mind mapping, antara lain:
  1. Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
  2. Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
  3. Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali.
  4. Lebih mudah dipahami dan diingat.
  5. Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan.
  6. Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
  7. Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.
Sumber :
  • Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.
Berikut contoh media pembelajaran mind mapping :


Gambar 1.4 Mind Mapping Kerajaan Kadiri
   
         Gambar di atas juga salah satu bentuk media pembelajaran yang dinamakan mind mapping. Isi dari main mapping di atas adalah menunjukkan bahwa ada beberapa raja yang pernah memerintah pada masa kerajaan Kadiri. Selain itu juga tertera penunjuk tahun memerintah raja tersebut serta apa saja yang ada di dalam pemerintahan masing-masing raja tersebut.
Ulasan Mengenai Kelebihan dan Kekurangan Mind Mapping pada Gambar 1.4 : 

1.   Mengenai pemilihan judul yang diletakkan di tengah (center). Pemilihan judul ini kurang tepat jika yang terdapat pada setiap-setiap cabangnya merupakan masing-masing raja yang pernah memerintah. Judul yang lebih tepat yakni “Raja Kerajaan Kadiri” bukan “Kerajaan Kadiri”. 
2.   Pemilihan gaya tulisan harus lebih diseragamkan
agar estetika keindahan dari main map tersebut semakin nampak. Misalnya dengan menyamakan atau menyetarakan ukuran tulisan. Tetapi pada main mapping di atas sudah terdapat pembedaan warna tingkatan pada masing-masing subnya, sehingga audience lebih mudah dalam menentukan kata kunci yang dimaksudkan dalam media pembelajaran tersebut.



Contoh Media Pembelajaran Modern
oleh Irma Kristanti


       1. Power Point
Power point merupakan sebuah program dalam microsof yang salah satu fungsinya adalah sebagai media presentasi. Media pembelajaran yang memanfaatkan program ini dapat dikategorikan ke dalam media pembelajaran yang bersifat modern selain itu dengan adanya program ini dapat meringankan beban guru ketika harus dihadapkan pada materi yang memerlukan penayangan materi yang sifatnya lebih kompleks dan harus dikemas ke dalam media pembelajaran yang efektif. Selain itu dengan adanya program ini, suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Berikut contoh media pembelajaran dari program power point :
Slide 1


  Slide di atas berisi mengenai judul, indikator pembelajaran, nama penulis serta keterangan instansi. Slide di atas merupakan salah satu contoh power point yang efektif, dikarenakan :
1. Pemilihan backround slide sudah sesuai dengan indikator maupun judul materi yang diambil.
2. Pemilihan warna sudah sesuai dengan kriteria media mebelajaran yang efektif. Hal tersebut dapat diketahui dengan cara penulis memadukan warna dari background slide, background tulisan maupun warna tulisan.
3. Pemilihan gaya dan ukuran tulisan atau huruf pada slide sudah sesuai dengan tata aturan yakni menggunakan jenis tulisan verdana dan tahoma serta penggunaan gaya huruf tidak lebih dari empat gaya.

Slide 2

Slide di atas berisi mengenai pokok bahasn yang pertama yakni awal pemberontakan yang terjadi pada masa kerajaan Majapahit. Slide di atas juga tergolong ke dalam media yang efektif, karena pemilihan warna background, gaya tulisan, warna tulisan dan ilustrasi gambar sudah sesuai. Tetapi yang sedikit mengganggu keindahan adalah penjelasan mengenai awal pemberontakan, penjelasan tersebut menggunakan rata kiri sehinggan bagian kanan dari tulisan kurang terlihat rapi.

Slide 3

Berisi mengenai jenis-jenis atau macam-macam pemberontakan yang terjadi pada masa kerajaan Majapahit. Dimuali dari peristiwa yang pertama yakni pemberontakan Rangga Lawe (1295) sampai dengan peristiwa yang terakhir yakni perang Paregreg (1404). Pemilihan warna, gaya tulisan, serta bentuk shape sudah baik. Selain itu dengan diberikannya tanda panah di masing-masing peristiwa dapat memudahkan audience mengambil kesimpulan, bahwa antara peristiwa yan satu dengan yang lain masih terdapat kaitan atau hubungaannya.


Slide 4

Slide di atas berisi mengenai video dan audio yang dapat memberi tambahan penjelasan dari slide-slide sebelumnya, sehingga pemahaman terhadap materi jauh banyak dan mudah diingat dibanding audience hanya membaca slide dan mendengarkan ceramah guru. Selain itu dengan adanya video dan audio yang ditayangkan, suasana pembelajaran akan semakin menyenangkan dan menarik, sehingga peserta didik juga akan semakin tertarik dengan materi ataupun pelajaran yang disampaikan.



Slide 5

           Slide di atas berisi megenai link atau alamat dari meteri yang butuhkan. Dengan pemberian link dapat membantu peserta didik dalam mencari materi yang terkait, sehingga pengetahuan peserta didik akan materi juga akan semakin bertambah.


     2.     Prezi
Prezi merupakan suatu program yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik. Cara kerja prezi sama halnya dengan power point, sama-sama terdapat masing-masing slide. Akan tetapi di dalam prezi warna dan bentuk slide-slidenya beraneka ragam, selain itu pergantian antar slide secara otomatis terdapat efek geraknya. Jika dalam power point apabila menginginkan efek dari pergantian slime masih harus diatur transformationnya, sedangkan di dalam prezi otomatis muncul.

Berikut contoh media pembelajaran dari aplikasi Prezi :
Bagian 1

            Gambar di atas berisi mengenai judul materi, indikator, serta nama penulis. Kekurangan dari gambar di atas sebagai media pembelajaran adalah kurangnya kesesuaian pemilihan gaya background. Jika judul materi bersifat kesejarahan alangkah lebih baik jika backgroundnya bernuansa klasik agar keharmonisan dan estetika keindahannya menjadi lebih bagus. Untuk segi pemilihan warna dan style tulisan sudah sesuai dengan salah satu ciri media pembelajaran yang efektif, yakni antara warna background dengan warna tulisan kontras, sehingga tulisan dapat dibaca dengan jelas.

Bagian 2

            Gambar di atas merupakan bagian ke dua dari isi presi yang berisi mengenai penjelasan awal pemberontakan yang menjadi substansi pembahasan pertama. Kekurangan dari gambar di atas sebagai media pembelajaran yang efektif adalah pemilihan warna tulisan yang kurang sesuai dengan warna bunga yang terdapat pada background. Sehingga terdapat beberapa huruf yang kurang dapat terbaca.

Bagian 3
 
            Berisi mengenai jenis-jenis atau macam-macam pemberontakan yang terjadi pada masa kerajaan Majapahit. Dimuali dari peristiwa yang pertama yakni pemberontakan Rangga Lawe (1295) sampai dengan peristiwa yang terakhir yakni perang Paregreg (1404). Pemilihan warna, gaya tulisan, serta bentuk shape sudah baik. Untuk segi pemilihan warna dan style tulisan sudah sesuai dengan salah satu ciri media pembelajaran yang efektif, yakni antara warna background dengan warna tulisan kontras, sehingga tulisan dapat dibaca dengan jelas. Tetapi langkah lebih baik jika font tulisan dan font lingkaran lebih diperbesar, agar tulisan juga bisa terbaca sampai audience yang duduk di bangku paling belakang.

Bagian 4

            Bagian di atas berisi mengenai video dan audio yang dapat memberi tambahan penjelasan dari slide-slide sebelumnya, sehingga pemahaman terhadap materi jauh banyak dan mudah diingat dibanding audience hanya membaca slide dan mendengarkan ceramah guru. Selain itu dengan adanya video dan audio yang ditayangkan, suasana pembelajaran akan semakin menyenangkan dan menarik, sehingga peserta didik juga akan semakin tertarik dengan materi ataupun pelajaran yang disampaikan.

Bagian 5

           Bagian di atas berisi megenai link atau alamat dari meteri yang butuhkan. Dengan pemberian link dapat membantu peserta didik dalam mencari materi yang terkait, sehingga pengetahuan peserta didik akan materi juga akan semakin bertambah. Kesesuaian antara kontras warna tulisan dengan background sudah bagus, menjadikan tulisan dapat dibaca oleh peserta didik atau audience.


    Demikian penjelasan mengenai media pembelajaran pendidikan sejarah yang dapat saya paparkan di atas. Apabila terdapat sesuatu yang perlu diadakan perbaikan, silahkan mengisi pada kolom komentar. Terima kasih.
                                               
Oleh: 
Irma Kristanti (150210302086)
Program Studi Pendidikan Sejarah
Universitas Jember

Komentar

  1. my first creation when I use the blog. hehe

    BalasHapus
  2. Apa dri segi layoutnya atau bahasanya gtu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus wes, coba kamu cari template blog
      dateng ke blogku juga yah
      http://shinigamifff.blogspot.co.id/

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Cinta

SEJARAH INDONESIA PADA MASA PERANG KEMERDEKAAN